var id = "79b39164fecfbe6c6c9fbe7db731267c853655eb"; class="archive category category-kesehatan category-135 no-slider content-r" layout='2'>

Category Kesehatan

Review Botox Langsung Dari Konsumennya

Parasayu.net – Pernah bertanya-tanya bagaimana rasanya disuntik dengan Botox? Zoe, 32 tahun, memesan janji untuk menghilangkan garis “sebelas” di antara alisnya dan lipatan horizontal di dahinya. Namun alih-alih Botox, dokter kulit Beverly Hills, Dr. Ronald Moy (Presiden Pilihan American Academy of Dermatology) merekomendasikan Dysport for Zoe karena “bekerja lebih cepat, ada penelitian yang menunjukkan bahwa ia memberikan hasil yang lebih baik di sekitar mata, dan biasanya lebih murah daripada Botox, “katanya.

Dr Moy juga menjelaskan bahwa Dysport adalah strain dari toksin botulisme (seperti Botox). Begini cara kerja keduanya: Menyuntikkan racun ke kulit untuk sementara melumpuhkan otot. Ketika otot tidak berkontraksi, mereka tidak dapat menyebabkan kerutan, itulah sebabnya Botox dan Dysport juga bekerja untuk pencegahan kerutan. Jadi, kecuali jika garis Anda sangat dalam, mengendurkan otot Anda secara otomatis akan menghaluskan kerutan di area suntikan. Efek ini berlangsung sekitar 60-90 hari, perkiraan Dr. Moy, dan menghilang secara bertahap.

Nyeri harus sangat minimal dan harga tergantung ke mana Anda pergi untuk perawatan kami. Baik itu Botox atau Dysport, Beautylish merekomendasikan untuk menemui dokter kulit bersertifikat atau ahli bedah plastik. Seorang dokter gigi mungkin bisa memberi Anda suntikan juga, tapi ahli kulit dan ahli bedah plastik ahli di wajah dan kulit. Dan jika Anda khawatir akan memiliki wajah yang membeku (seperti beberapa selebriti yang mungkin terlalu menyukai Botox), Anda harus menemui ahlinya — mintalah perawatan konservatif yang masih memungkinkan Anda menggerakkan alis. Anda tidak akan pergi ke spesialis kaki untuk perawatan saluran akar, bukan? Jadi mengapa Anda mempertaruhkan wajah Anda kepada sembarang dokter atau perawat? Lihat video untuk bermain-demi-main pengalaman injeksi anti-kerut Zoe!

Read More

5 Hal Yang Harus Dilakukan Untuk Melindungi Kulit Dari Sinar UV

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa paparan sinar matahari memang baik untuk kesehatan. Namun jika terlalu lama berada di bawahnya, kulit akan mulai terkena dampaknya.

Terlalu lama berada di bawah paparan sinar matahari yang mengandung UV, bisa mengakibatkan beberapa kerusakan yang tidak baik untuk kesehatan kulit.

chat dokter kulit

Mungkin memang tidak langsung berdampak, namun jika anda sering berjemur terlalu lama di bawahnya dampak yang akan anda rasakan, akan mulai muncul ketika anda berusia 40 tahun ke atas. Lalu apa saja dampak yang akan dirasakan?

  • Kulit menjadi gelap

Berada di bawah paparan sinar matahari, tentu membuat kulit tubuh menjadi lebih gelap. Lama kelamaan, pigmen yang diproduksi oleh kulit tidak lagi bisa digunakan untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Bahkan bahayanya, jika anda terlalu abai dengan kondisi ini. Anda akan mendapatkan masalah yang lebih besar seperti kanker kulit.

  • Kulit akan terbakar

Kondisi kulit terbakar atau sunburn terjadi ketika radiasi dari sinar ultraviolet yang ada pada sinar matahari berada dalam dosis yang tinggi. Kondisi ini akan membunuh sel-sel yang ada pada kulit sehingga mulai merusak sel-sel yang sehat.

Adapun tingkat sunburn yang masih rendah, akan membuat penderitanya mulai merasakan keluhan kemerahan yang muncul pada kulit. Tentu hal ini bisa diatasi dengan berbagai macam cara dan akan menghilang seiring berjalannya waktu.

Sedangkan tingkat sunburn yang sudah parah, akan membuat kulit terkelupas karena melepuh. Biasanya, kondisi ini akan membuat penderitanya merasakan perih ketika kulit disentuh.

  • Kulit keriput

Tak hanya kulit yang menjadi gelap karena terbakar, ternyata paparan sinar matahari yang terlalu lama justru membuat kulit mudah mengalami penuaan dini. Hal ini dikarenakan, adanya percepatan pembelahan sel yang terjadi pada lapisan kulit terluar sehingga membuat kulit menjadi lebih tebal.

Sedangkan kondisi jaringan ikat yang ada di bawah kulit menjadi rusak, sehingga membuat kulit kehilangan elastisitasnya dan membuat kulit menjadi mudah keriput bahkan menggelambir.

Nah, itulah dampak yang akan anda rasakan apabila anda terlalu lama berada di bawah paparan sinar matahari. Lalu apa yang bisa dilakukan untuk melakukan pencegahan agar kita terhindar dari dampak jahat sinar UV yang sering menyerang kita?

Cara pertama yang bisa anda lakukan untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV adalah dengan menggunkan sunscreen. Sunscreen ini meruapakan produk skin care yang wajib anda miliki apabila sering beraktifitas di luar ruangan.

Agar kulit benar-benar terlindungi dengan baik, sebaiknya gunakan produk sunscreen yang mengandung kadar SPF minimal 30 SPF. Karena sunscreen membutuhkan waktu penyerapan yang maksimal, sangat dianjurkan agar anda memakaikan sunscreen tersebut 20 menit sebelum anda benar-benar keluar dari ruangan.

Selain menggunakan produk-produk skin care yang mengandung SPF tinggi, anda juga bisa melindungi kulit dari paparan sinar UV dengan menghindari pantulan sinar tersebut.

memang efektivitas dari pantulan sinar matahari hanya sebatas 85% saja, namun tetap saja berbahaya bagi kulit karena mengandung sinar UV yang bisa membuat kulit lebih gelap karena terbakar. Untuk mengatasi hal tersebut, anda bisa mengatasinya dengan menggunakan pakaian longgar, topi, dan kacamata hitam.

Nah, itulah dampak dan cara mengatasi paparan sinar UV yang harus anda ketahui. Namun jika anda memiliki kondisi khusus seperti alergi dan tidak bersahabat dengan produk-produk yang dijual di pasaran. Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan cara chat dokter kulit untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap.

Read More